Hijab... Itu Apa ?
Hijab berarti tirai atau pemisah (saatir atau faasil). Alqur’an menyatakan:
“Jika kamu meminta sesuatu kepada mereka (para isteri Nabi saw),
maka mintalah dari balik hijab. Cara ini lebih mensucikan hatimu dan hati mereka.
” (Al Ahzab: 53). Hijab dalam ayat ini menunjukkan arti penutup yang ada di rumah
Nabi saw, yang berfungsi sebagai sarana penghalang atau pemisah antara laki-laki
dan perempuan, agar mereka tidak saling memandang.
“Jika kamu meminta sesuatu kepada mereka (para isteri Nabi saw),
maka mintalah dari balik hijab. Cara ini lebih mensucikan hatimu dan hati mereka.
” (Al Ahzab: 53). Hijab dalam ayat ini menunjukkan arti penutup yang ada di rumah Nabi saw, yang berfungsi sebagai sarana penghalang atau pemisah antara laki-laki
dan perempuan, agar mereka tidak saling memandang.
Hijab berasal dari akar kata h-j-b; bentuk verbalnya (fi’il) adalah hajaba, yang
diterjemahkan dengan “menutup, menyendirikan, memasang tirai, menyembunykkan,
membentuk
pemisahan, hingga memakai topeng.”
diterjemahkan dengan “menutup, menyendirikan, memasang tirai, menyembunykkan,
membentuk
pemisahan, hingga memakai topeng.”
Selanjutnya Hijab diterjemahkan menjadi “tutup, bungkus, tirai, cadar, layar, dan partisi.
”Bahkan terdapat kata yang sama namun merujuk pada makna jimat-jimat yang dibawa
orang (biasanya anak-anak kecil) untuk melindungi diri dari bahaya. Derivatif lain
dari kata Hijab adalah hajib, berarti alis mata atau pelindung mata dan juga merupakan
kata yang dipakai selama periode kekhalifahan untuk para pejabat yang menyeleksi para
pendatang yang ingin bertemu dengan khalifah.
Ayat terpenting yang menetapkan kewajiban berhijab pada kaum wanita yang akan kita
bahas adalah ayat ke-31 surat an-Nur dan ayat ke-59 surat al-Ahzab. Allah swt dalam
surat an-Nur ayat ke 31 berfirman:
”Bahkan terdapat kata yang sama namun merujuk pada makna jimat-jimat yang dibawa
orang (biasanya anak-anak kecil) untuk melindungi diri dari bahaya. Derivatif lain
dari kata Hijab adalah hajib, berarti alis mata atau pelindung mata dan juga merupakan
kata yang dipakai selama periode kekhalifahan untuk para pejabat yang menyeleksi para
pendatang yang ingin bertemu dengan khalifah.
Ayat terpenting yang menetapkan kewajiban berhijab pada kaum wanita yang akan kita
bahas adalah ayat ke-31 surat an-Nur dan ayat ke-59 surat al-Ahzab. Allah swt dalam
surat an-Nur ayat ke 31 berfirman:
وَ قُلْ لِلْمُؤْمِناتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصارِهِنَّ وَ يَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَ لا يُبْدينَ زينَتَهُنَّ إِلاَّ ما ظَهَرَ مِنْها وَ لْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلى جُيُوبِهِنَّ وَ لا يُبْدينَ زينَتَهُنَّ إِلاَّ لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبائِهِنَّ أَوْ آباءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنائِهِنَّ أَوْ أَبْناءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوانِهِنَّ أَوْ بَني إِخْوانِهِنَّ أَوْ بَني أَخَواتِهِنَّ أَوْ نِسائِهِنَّ أَوْ ما مَلَكَتْ أَيْمانُهُنَّ أَوِ التَّابِعينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلى عَوْراتِ النِّساءِ وَ لا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ ما يُخْفينَ مِنْ زينَتِهِنَّ وَ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَميعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
(Wahai Rasulullah) Dan katakanlah kepada kaum wanita yang beriman agar mereka menahan pandangan mereka dan menjaga kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali sesuatu yang (biasa) tampak darinya. Hendaknya mereka menutupkan kerudung mereka ke dada mereka (sehingga dada mereka tertutupi), janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali untuk suami-suami mereka, atau ayah dari suami-suami mereka atau putra-putra mereka, atau anak laki-laki dari suami-suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara-saudara laki-laki mereka, atau anak laki-laki dari saudara-saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita mereka atau budak-budak mereka atau laki-laki (pembantu di rumah) yang tidak memiliki syahwat atau anak kecil yang tidak paham terhadap aurat wanita. Dan janganlah kalian mengeraskan langkah kaki kalian sehingga diketahui perhiasan yang tertutupi (gelang kaki). Wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah kalian semua kepada Allah swt supaya kalian termasuk orang-orang yang beruntung.
Para ahli tafsir menyebutkan bahwa sebab turunnya ayat ini adalah sebuah kisah yang dinukil dari Imam Muhammad Baqir a.s. Beliau bersabda: “Pada satu hari, di kota Madinah ada seorang wanita cantik yang sedang berjalan dengan mengikatkan kerudungnya ke telinganya (yang menjadi kebiasaan wanita pada saat itu) sehingga tampak leher dan dadanya. Seorang laki-laki dari golongan Anshar berpapasan dengannya, karena kecantikan wanita tersebut dia terpesona dan tidak peduli akan keadaan sekelilingnya, dia telah mabuk akan kemolekan wanita tersebut. Sang wanita memasuki gang sempit, sedang pandangan laki-laki tersebut terus membuntutinya sampai tak terasa dia terbentur sebuah benda keras dan tajam sejenis tulang atau kayu yang menjorok dari tembok sehingga kepala dan dadanya mengucurkan darah segar yang melumuri pakaiannya.Dalam keadaan seperti itu dia datang menghadap Rasulullah saw dan menuturkan semua yang terjadi. Pada saat itulah, malaikat Jibril a.s. datang membawa ayat ini.”
Untuk pemakaian Hijab sendiri sebenarnya tidak rumit dan sangat mudah digunakan. Apalagi dengan anjuran Allah swt agar para perempuan memakai pakaian yang syar'i.
Dijaman yang modern ini tentu saja sangat mudah menemukan model maju yang syar'i. Tidak usah takut terlihat tidak modis ataupun terlihat keren, karena sekarang banyak model baju syar'i yang dirancang agar tetap sesuai perintah Allah swt namun dapat tetap terlihat cantik.
Banyak perempuan yang apabila ditanya mengenai berhijab. Contohnya sepert
"Mbak, Kapan mau berkerudung?" pasti banyak dikalangan remaja bahkan ibu-ibu yang tak segan menjawab bahwa dirinya belum siap dengan alasan perlakuan dan perbuatannya belum mencerminkan muslimah yang baik apalagi menggunakan hijab. Justru dengan hijab seharusnya diri ini dapat sadar bahwa yang dilakukan tidak pantas ataupun tidak baik. Tak perlu menunggu kita siap. Semuanya bermula dari niat didalam hati dan Insha Allah akan diberi jalan oleh Allah swt. yuk ukhti! segera berhijab.
"Mbak, Kapan mau berkerudung?" pasti banyak dikalangan remaja bahkan ibu-ibu yang tak segan menjawab bahwa dirinya belum siap dengan alasan perlakuan dan perbuatannya belum mencerminkan muslimah yang baik apalagi menggunakan hijab. Justru dengan hijab seharusnya diri ini dapat sadar bahwa yang dilakukan tidak pantas ataupun tidak baik. Tak perlu menunggu kita siap. Semuanya bermula dari niat didalam hati dan Insha Allah akan diberi jalan oleh Allah swt. yuk ukhti! segera berhijab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar